oleh

Siluet Elegan Seiko Arthur, Sebuah Ruang Ide Terbingkai Tekad

Bulukumba, Sulawesi Selatan – Bermula dari sebuah ruang ide kreatif lalu menyasar bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitarnya, Seiko Arthur lahir menjadi sebuah Usaha Mikro Kecil Menengah. Titik awal itu dimulai pada tahun 2020, tepatnya di awal pandemi.

Seorang mahasiswa yang kehilangan rutinitas ke kampus mencoba menciptakan rutinitas baru di kampungnya. Membiarkan kegalauannya menjadi produktif. Berbekal sedikit pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya, mahasiswa Jurusan Arsitektur di Fakultas Teknik Unhas Makassar yang akrab disapa Fatur ini mulai terbiasa memegang kuas.

Kekosongan memberikan ruang yang luas untuk menggerakkan tangan kreatifnya menari bersama kuas pada selembar kalsiboard. Beberapa siluet wajah yang sudah dilukisnya kemudian dibingkai menggunakan kayu jati putih. Siluet ini sengaja dibingkai dengan warna hitam elegan.

Harga untuk satu siluet berbingkai dari Seiko Arthur berkisar Rp80.000 tergantung jumlah wajah yang dia lukis. Siluet wajah ini biasanya dipesan untuk dijadikan pajangan di dinding. Kalangan milenial biasanya memesan untuk dijadikan kado ulang tahun, wisuda, dan sebagainya. Bisa juga sebagai oleh-oleh yang bisa dibawa pulang ketika berkunjung ke Bulukumba.

Sore hari yang hangat dengan cuaca bersahabat, Jumat 28 Agustus 2020, anak muda ini kelihatannya sibuk mengurusi pesanan dari para pelanggan. Pesanan yang diterima banyak melalui sosial media. Tentu para tetangganya juga tidak ingin ketinggalan untuk memiliki siluet berbingkai kayu ini.

“Kami menerima pesanan paling banyak melalui media sosial, di Instagram, Facebook, dan WhatsApp,” kata Fatur.

Seiko Arthur yang masih seumuran jagung juga sudah pernah mengadakan give away yang bekerja sama dengan UMKM lainnya. Bagi yang ingin iseng-iseng berhadiah boleh mengunjungi Instagram @seikoarthur atau Facebook Seiko Arthur. Akun-akun itu juga yang digunakan untuk menerima pesanan secara online.

Seiko Arthur meretas ruang ekonomi kreatif dari Dusun Bentenge, Desa Bontoharu, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dari dusun itu Seiko Arthur perlahan melebarkan sayap. Dengan sekepal tekad tentunya, hingga mempunyai beberapa orang reseller di kabupaten yang berbeda, seperti Sinjai, Bantaeng, Jeneponto, Gowa dan Makassar. Bahkan di seberang lautan, resellernya pun ada di luar provinsi. Salah satunya di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Potret