oleh

Perempuan ini setia membumikan Kue “Jaman Old” di Bulukumba

Bulukumba, Sulawesi Selatan – Keberagaman kue dalam pelbagai jenis dan macamnya bermunculan dari tahun ke tahun mewarnai seantero Nusantara. Tidak terkecuali Bulukumba yang tak kalah bergerak cepat selalu mengikuti perkembangan jaman.

Hadirnya kue-kue jaman now tidak dipungkiri berdampak pada kue tradisional. Salah satu eksesnya adalah penurunan populasi maupun popularitas kue-kue tradisional. Meskipun demikian tidak sedikit masyarakat yang masih mencari kue tradisional. Terutama di waktu pagi. Sudah menjadi kebiasaan kue tradisional memang cocok dinikmati saat sarapan.

Seorang perempuan bernama Rahmatia yang lahir pada tahun 1965 silam terus bersemangat membumikan kue tradisional. Di Bulukumba kue-kue tradisional dikenal dengan sebutan Kue Bugis. Ibu Rahmatia -begitu sapaannya- bergelut dengan Kue Bugis sejak 30 tahun yang lalu. Minimnya modal yang digunakan tidak menyurutkan semangat untuk mengembangkan usahanya.

Penghasilan dari menjual Kue Bugis mampu menopang kehidupan sehari-hari keluarga ibu Rahmatia. Hingga membiayai pendidikan beberapa anaknya. Saat ini UMKM yang dikembangkan dengan konsistensi itu pun dibantu oleh anak-anaknya.

Ibu Rahmatia mengaku, ilmu membuat Kue Bugis diperoleh dari keluarganya. “Resep kue-kue ini sudah turun temurun dalam keluarga”, tutur Ibu Rahmatia, saat ditemui potretumkm.com, Rabu 14 Oktober 2020.

Kue-kue beragam jenis seperti taripang, doko-doko, putu cangkir, dadar, surabeng, sari mukka, onde-onde, pammoleang talang, kue lapis hingga nona manis, putri ayu dan juleha setiap hari tersedia di lapaknya.

Dia membuka lapak di Jalan Siswomiharjo Kota Bulukumba. Beroperasi setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai siang. Selain itu Ibu Rahmatia juga membuka usaha catering. Jadi, Ibu Rahmatia tetap menerima pesanan di rumahnya yang berada di jalan WR Supratman No 18 kelurahan Bentengnge Kecamatan Ujung Bulu. Pemesanan juga bisa dilakukan melalui nomor HP 082337271251.(*)

Editor: Nurfathana S & Alfian Nawawi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Potret