oleh

Pemuda Aktivis Agraria Ini Kembangkan Pupuk Ramah Lingkungan

Bulukumba, Sulawesi Selatan – Nur Alim Mappatoba atau akrab disapa Bung Alim adalah seorang aktivis agraria. Ia Ketua Pembaru Indonesia Cabang Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pemuda inovatif ini dilahirkan 32 tahun silam di tengah keluarga petani di Desa Gunturu Kecamatan Herlang.

Selain aktif di organisasi pemuda dan petani, pemuda ini sedang mengembangkan sistem pertanian organik sebagai salah satu solusi atas kondisi petani dan upaya pelestarian kekayaan alam dan lingkungan.

Menurut Alim, petani harus berdaulat. Salah satu faktor yang menyebabkan petani miskin adalah karena input pertanian kita masih bergantung pada korporasi.
“Yang diuntungkan tentu saja adalah korporasi,” katanya, saat disambangi di kediamannya, Jumat 11 September 2020.

Salah satu persoalan petani saat ini adalah kelangkaan pupuk. Padahal, tutur Alim, di sekeliling kita terdapat banyak bahan disediakan alam yang bisa dimanfaatkan.

“Pupuk pabrikan yang selama ini kita pakai pada dasarnya akan merusak alam dan kesehatan manusia. Belum lagi membutuhkan biaya yang besar dan berdampak pada ekonomi petani,” urai Alim.

Inovasi yang dikembangkan Alim Saat ini adalah membuat Pupuk Cair Organik (PCO) penyubur tanah. Alim mengunakan bahan seperti nasi basi, kulit pisang, air leri, molase atau tetesan tebu. Jika tidak ada molase biasanya diganti gula merah dan botol plastik bekas.

Cara pembuatannya cukup sederhana. Kulit pisang dipotong-potong menjadi ukuran kecil-kecil. Kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik. Lalu dimasukkan molase atau ganti gula merah sekitar 3 ons, disesuaikan dengan bahan yang ada.

Lalu ditutup selama satu hingga dua pekan. Setiap hari dikocok dan tutup botolnya dibuka agar tidak meledak. Juga harus disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

Untuk POC penyubur tanaman Alim mengunakan bahan air leri, air kelapa, nasi basi, kentang, tomat, pisang, dan kotoran hewan.

Alim juga membuat pestisida dari bahan nabati. Ia mengunakan bahan dari air biasa, merica, kunyit, jahe, dan serei.

Untuk obat seperti unggas khususnya penyakit flu bahannya dari air kelapa,kunyit,jahe,daun sirih yang sudah ditumbuk dan difermentasi selama satu pekan.

Selain itu ada PCO dari bambu yang bahannya air leri, daun bambu kering dan basah, rebung, dan molase.(AN/SP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Potret