oleh

Panen Hasil si Petani Bunga

BANDUNG – Mawar, biasa dikenal dengan bunga Rose atau Ratu Bunga merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Bahkan tanaman semak dari genus rosa ini menurut mitos Yunani, bunga yang tercipta karena air mata kesedihan Aphrodite, sang Dewi Cinta.

Tak sama namun serupa, bagi Agus Kiki, tanaman berduri ini justru membuat dirinya bersyukur hingga meneteskan air mata bahagia karena mendatangkan banyak rezeki.

Ribuan kuntum dengan aroma khasnya serta beragam warna menghiasi kebun bunga mawar milik Agus yang terletak di Desa Sukajaya, Lembang, Bandung. Di pagi yang cerah nun sejuk itu, rombongan petani mulai berdatangan ke kebun guna memotong kuntum-kuntum mawar yang sudah mekar untuk dikumpulkan di toko bunga Nazla Flora milik Pria berumur 39 tahun tersebut.

Pria asal Lembang, Kota Kembang ini bercerita, awalnya dirinya hanya petani kembang biasa sama dengan rekan – rekannya. Namun berkat kegigihannya serta dukungan dari Pamannya yang sudah dahulu menggeluti usaha, Agus memberanikan diri untuk ikut terjun menjadi pegusaha bunga mawar potong di kampungnya.

“Selama menjadi petani saya terus belajar, mulai dari mengenal bagaimana cara bercocok tanam bunga, merawatnya, dan lain sebagainya. Saat sudah memiliki cukup ilmu, Paman saya mengajak untuk membuka usaha bunga mawar potong untuk memenuhi permintaan pasar lokal yang cukup besar,”ujar Agus.

Mulai tahun 2007, ia bertekad untuk membuka usahanya sendiri dengan modal awal hasil tabungan ditambah sedikit dari hasil pinjaman sebesar Rp 5 juta. Dengan rasa yakin bahwa usaha dibidang bunga potong ini memiliki potensi yang cukup besar, usaha Agus yang sudah dijalankan selama 13 tahun ini maju pesat.

Pasalnya, dalam sekali panen setiap bulan, kurang lebih sebanyak 6.000 kodi kuntum bunga siap untuk dipacking di toko. Toko bunga Nazla Flora milik Agus berhasil menjadi supplier bunga terpercaya. Tidak hanya mengandalkan Bandung saja, konsumen toko bunga Agus banyak tersebar di berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Cirebon dan Bali.

Bunga – bunga hasil Nazla Flora banyak dirangkai menjadi Hand Bouquet, Bunga papan dan juga banyak sekali permintaan bunga sebagai dekorasi pernikahan. “Bunga Mawar potong di Nazla Flora diminati banyak orang, selain itu kami juga punya jenis bunga lainnya seperti Bunga Crysan dan bunga Anyelir,” ungkap Agus.

Berkat ketekunan menjalani usaha, Agus saat ini menuai hasil yang cukup fantastis yakni mencatat omzet sebesar Rp 270 juta perbulan. Dan saat ini, Agus memiliki 2 (dua) toko bunga potong mawar yang berlokasi di Bandung dan Cirebon.

Berangkat dari petani, Agus ingin sekali mengangkat derajat petani bunga diwilayahnya. Agus mewujudkan cita – citanya tersebut dengan cara memberikan binaan kepada para petani bunga seperti teknik menanam bunga dan penanganan penyakit pada bunga jika cuaca sedang tidak bagus dan edukasi lainnya. Saat ini, kurang lebih sekitar 20 petani mengaku sudah merasakan binaan oleh Agus. (HRM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Potret