oleh

Bisnis Sambal Botolan yang Kian Manis

Jakarta – Berubahnya pola kehidupan masyarakat dari konvensional ke digital membuat pola konsumsi juga berubah. JIka orang tua kita dulu mengajarkan semuanya bisa dihasilkan dari rumah, sekarang, kebanyakan orang justru mengedepankan gaya hidup praktis dengan berbelanja online. Namun dari situ juga, terlihat ceruk bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan. Salah satu caranya adalah dengan menjual sambal botolan.

Negeri ini sudah dikenal sebagai negeri yang kaya akan cita rasa dan juga rempah. Salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan Indonesia adalah sambal. Peneliti Asal Universitas Gajah Mada (UGM), Mudjiati Garjito pernah melakukan riset pada tahun 2018 lalu, kala itu ditemukan setidaknya 322 jenis sambal dari seluruh penjuru nusantara.

Hampir setiap wilayah di Indonesia memiliki sambal yang disesuaikan dengan lidah masyarakat sekitarnya. Tak pelak, jika kamu berkunjung ke wilayah Indonesia Timur, kamu akan menemukan rasa sambal yang berbeda dengan sambal yang ada di wilayah Jawa.

Membincang sambal tidak dapat dipisahkan dengan bahan utamanya, cabai. Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), pada tahun ini produksi cabai besar ditargetkan mampu bertumbuh 7%. Pada tahun lalu volume produksi cabai besar sudah mencapai 1,26 juta ton dengan luas panen sebesar 144.391 hektare (ha).

Capaian itu dicapai dengan tingkat produktivitas 8,77 ton per ha. Untuk produksi cabai rawit, pada tahun lalu petani cabai di Indonesia mampu menghasilkan sebanyak 1,37 juta ton dengan luas panen 177.581 ha dan produktivitas 7,8 ton per ha.

Harga jual sambal menggiurkan

JIka berbicara harga cabai, untuk cabai rawit merah harganya berkisar di angka Rp 20 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram (kg). Harga jualnya akan bertambah tinggi lagi ketika sudah diberikan nilai tambah alias dirubah menjadi sambal yang enak.

Sambal botolan saat ini laku dipasaran dengan harga Rp25 ribu hingga Rp35 ribu untuk ukuran 150 gram.

Kamu sudah pernah mendengar Sambal Bu Rudy? Pelopor sambal botolan di Indonesia itu berhasil memproduksi sebanyak 4.000 hingga 5.000 sambal botol per hari.

Kiprahnya di Industri kuliner sudah berlangsung selama 24 tahun. Memiliki nama asli Lany Siswandi, pemilik Sambal Bu Rudy mengaku menghabiskan 400 kg cabai setiap harinya. Namun proses tidak pernah mengkhianati hasil, saat ini Sambal Bu Rudy sudah menjad salah satu Ikon Wisata di Surabaya.

Bisnis Sambal Gak Sampai Rp1 Juta

Kamu juga bisa seperti Bu Rudy, terpenting adalah kamu mau memulainya. Modal yang dibutuhkan pada tahap awal Berkisar di angka Rp800 ribu. Dari dana tersebut, kamu sudah bisa mendapatkan keuntungan sekitar 55% dari modal. Nah berikut merupakan tips untuk membuat sambal bawang yang bisa kamu jajal untuk mendapatkan tambahan pendapatan.

1, Beli cabai dan bawang

Untuk membuat sambal botolan, kamu perlu memastikan kualitas bahan baku yang digunakan. Dalam tahap awal, cobalah untuk memproduksi dengan bahan dasar cabai rawit merah sebanyak 1 kg, bawang merah putih 500 gram dan bawang merah 250 gram. Minyak yang dibutuhkan untuk 1 kg cabai mencapai 1 liter.

Setelah itu, cabai harus langsung dibersihkan dan di rendam dengan air garam. Untuk menghilangkan ulat dan hama lainnya.

Setelah itu, kupas bawang merah dan bawang putih. Untuk bawang merah, kamu bisa langsung merajangnya secara halus untuk mendapatkan tekstur sambal botol yang menjadi ciri khas kamu.

Setelah dicuci bersih, masukkan cabai dan bawang putih ke dalam minyak panas. Biarkan hingga harum.,Nah ketika sudah dingin, blender kasar cabai dan bawang putih, tambahkan minyak dalam prosesnya.

  • Tumis bawang merah

Langkah berikutnya adalah dengan menumis bawang merah hingga harum. Buat sampai setengah matang, lalu masukkan cabai dan bawang putih yang sudah diblender kasar tadi.

Masak hingga harum. Untuk memperkaya cita rasa, kamu bisa memasukkan kecap ikan. Tetapi jika pilihannya jatuh pada terasi, juga tidak apa.

  • Kasih serai, supaya awet

Prinsip sambal botolan adalah tahan lama. Kamu harus meminimalisir penggunaan air saat memasaknya. Masukkan 3 batang serai yang sudah dimemarkan ke dalam sambal. Masukkan juga beberapa helai daun salam untuk aroma.

Masak hingga harum. Serai berfungsi sebagai anti bakteri, sehingga sambal kamu bisa lebih tahan lama. Masukkan garam dan juga gula untuk penyedap.

  • Masukkan ke dalam botol

Sebelumnya, kamu bisa membeli botol untuk ukuran 150 ml di toko online. Harga botolnya bervariasi antara Rp2.000 hingga Rp2.400 per botol. Minimum pembelian sekitar 1 lusin.

Setelah sambal dingin, masukkan sambal ke dalam botol. Jaga agar sambal terendam minyak cukup banyak. Minyak juga berfungsi sebagai pengawet alami. JIka sudah siap, sambal botolan kamu mampu tahan 7 hari di suhu ruangan dan 14 hari di suhu kulkas.

Jika disimpan dalam keadaan beku, bisa lebih awet lagi. Untuk memanjakan lidah konsumen, tambahkan tiping cumi, teri atau bahan yang menurut kamu laku untuk dijual di pasaran.

  • Gunakan media sosal

Untuk memasarkannya tidak perlu repot untuk membuka toko. Kamu bisa menjualnya secara online melalui media sosial. Manfaatkan luasnya cakupan internet untuk mengenalkan produk kamu ke seluruh dunia.

Jangan takut tidak ada pelanggan, karena ingat, sembilan dari sepuluh pembuka pintu rezeki adalah berdagang. (ADI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Potret