oleh

Berkah Besar dari “Warung Olin”

Memilik hunian (rumah) adalah dambaan bagi setiap orang. Wajar jika setiap orang memiliki berbagai cara demi mewujudkan impiannya memiliki hunian sendiri. Mulai dari pinjam uang di bank, jual aset berharga, dan masih banyak lagi cara yang dilakukan guna mendapatkan rumah yang nyaman.

Seperti Ibu Rumah Tangga bernama Awiyah, dirinya harus rela menguras celengan ayamnya untuk membayar down payment (DP) atau uang muka guna menempati rumah subsidi yang berdiri diatas lahan seluas 60 meter persegi yang terletak di Cimuning, Setu, Bekasi. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Awiyah berhasil menempati rumah tersebut dengan keluarganya.

“Awalnya saya ngontrak di Rawa Lumbu, Bekasi. Cuma saya dan suami itu berpikir, ketimbang ngontrak mending kita kredit rumah aja,”ujar Ibu anak tiga tersebut.

Ditengah rasa gembira dan suka cita menempati rumah barunya, Awiyah mulai melamun dan memikirkan bagaimana cara membayar cicilan rumah nantinya. Maklum saja, Domingus (Suami Awiyah) hanya supir pribadi dengan pendapatan yang minim, ditambah harus menafkahi tiga anaknya yakni Elen berumur 12 tahun, Jonatan (9 tahun) dan dan yang umur 4 tahun namanya Olin.

Di pagi hari seperti kegitan ibu-ibu pada umumnya, Awiyah berencana belanja kebutuhan pokok mulai dari beras, sayuran, bumbu dapur, dan lain – lain sebagainya. Karena baru, ternyata disekitar perumahan tersebut belum ada yang menjual sembako. Ahasil, Awiyah harus rela berkeringat dengan berjalan kaki cukup jauh agar bisa membeli kebutuhannya.

“Iya mungkin karena perumahan baru, jadi belum ada yang jualan kali yah waktu itu, akhirnya saya jalan jauh buat beli sembako,”ucapnya.

Namun berkat pengalaman jalan jauh, akhirnya membuahkan ide bagi Awiyah. Dan ide untuk membuka warung sembako tersebut disampaikan kepada suaminya. Setelah berbincang panjang, Suaminya akhirnya mengijinkan dan mendukung Awiyah untuk membuka warung sembako.

“Beli sembako kan susah disini, saya berpikir ini peluang bisnis, kenapa saya ga jualan sembako aja disini sekalian,”kata Awiyah.

Dengan modal yang minim sekitar 1 juta rupiah, akhirnya Awiyah bergegas pergi ke pasar guna membeli keperluan atau barang dagangan. Tak lupa, Awiyah juga membeli etalase bekas yang murah sebagai wadah sembako yang akan diniagakannya nanti. Penuh rasa senang, Awiyah akhirnya memiliki warung kecil kecilan yang diberi nama “Warung Olin”.

Semangat Awiyah makin berkobar, karena usahanya didukung oleh anak – anaknya yang membantu dirinya menata barang dagangannya secara rapih di lemari etalase. Awiyah yakin dengan tekadnya yang kuat serta dukungan dari keluarganya, Warung Olin akan berhasil khususnya bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Seiring berjalannya waktu, terbukti Warung Olin ramai pembeli. Permintaan semakin bertambah, dan akhirnya Awiyah menambah jenis dagangannya seperti sayur – mayur, air mineral, gas, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Berkat kegigihan melihat peluang bisnis, Awiyah sekarang berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Alhamdulillah, sekarang pembelinya banyak. Bukan hanya tetangga samping rumah saja, bahkan sampai komplek perumahan lain jadi pelanggan saya. Permintaan banyak, jadi saya tambah sayur – sayuran, saya juga jual air mineral dan kebutuhan rumah tangga lainnya,”tutur Awiyah. (ahs/her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Potret